Halo semuanyaaa...
Saya habis ikut tes TOEFL ITP sama suami saya nih. Ceritanya, S lagi mikir-mikir untuk melanjutkan sekolah kan. Saya bilang ke dia, "Sekarang untuk kuliah lagi kudu punya sertifikat kemampuan Bahasa Inggris loh." Suami saya langsung semangat "Oke cus tes IELTS!" -___-
Dikira tes IELTS murah kayak beli cimol.
Saya sempat ikut TOEFL ITP 2x sebelumnya. Yang pertama tahun 2014 sama temen saya Riza PNS Kota Banjarbaru (halo Zaa :D), yang kedua tahun 2015 buat pengajuan visa. Skor saya yah... selama ini biasa aja gak amazing-amazing banget. Saya kan insomnia dari tahun 2006, dan pas tes pertama dan kedua itu saya gak tidur sama sekali malemnya. Besok paginya, seperti bisa diduga saya jadi gak kongseng dan skor listeningnya menyedihkan. Melayang deh 300 ribu demi skor yang gak seberapa.
Tes kedua terjadi setelah saya ragu apakah kedutaan ostrali mau menerima aplikasi visa dengan sertifikat bukti penguasaan bahasa Inggris yang umurnya udah lebih dari 12 bulan. Jadi, pulang dari wawancara WHV di Kemenkum HAM, saya langsung ke Balai Bahasa Universitas Negeri Malang untuk daftar TOEFL lagi. Kenapa tes di sini? Soalnya ini kan balai bahasa almamater saya hohohiho. Ternyata waktu itu sekitar bulan Maret 2015, biayanya udah naik jadi 350 ribu. Kali ini skornya juga ikut naik dikit beberapa poin, cuman masih alakadarnya hahahaha... Damn uncool.
Nah, sehubungan dengan hasrat hati suami saya tadi, ujung-ujungnya saya sarankan dia untuk ambil TOEFL ITP aja. Itung-itung pemanasan lah. Kan selama ini dia belum pernah ikut tes bahasa yang serius gini. Lagipula, saya kira biayanya masih 350, jadi saya bisa sekalian ikut. Saya juga pengen ngerti setelah saya hidup di negeri berbahasa Inggris, naik gak skor saya gitu. Akhirnya, bulan Maret 2016 saya daftar ke Balai Bahasa UM dan dijadwalkan untuk ikut tes di bulan Aprilnya. Ottoke lama kali ya. Tapi yaudah lah soal nunggu itu gak apa-apa. Yang apa-apa itu ih ko biayanya naik banyak bangeeeet... Jadi 500 ribu. Bayar untuk berdua, kami jadi kena sejuta.
Jadi yah, di luar masalah kurang konsentrasi akibat gak tidur, tes pertama dan kedua saya bisa dianggap lancar jaya. Waktu itu periode tunggu dari pendaftaran dan tes sesungguhnya juga cepet banget: bisa dibilang cuman harian bahkan. Para pesertanya dapet pinjeman pensil 2B, penghapus dan rautan. Soal kelas dan kualitas suara juga gak ada masalah sama sekali. Pengawasnya pun baik-baik aja. Saya yang anaknya gampang kebelet kalo pas nervous juga oke-oke aja pas harus ke toilet untuk menyelesaikan urusan di tengah tes berlangsung.
Cuman di tes terakhir ini saya agak gimanaaa gitu yah. Ceritanya, biasa ada beberapa peserta yang terlambat kan. Emang sebetulnya mbak-mbak di bagian pendaftaran udah menginformasikan dengan jelas bahwa pukul 08.30 kami udah harus ada di TKP. Tapi hari itu Sabtu pagi dan macet. Anggeplah mereka lagi apes. Oke gamasalah. Kegenggesan bermula ketika pak pengawasnya was being kind for humanity reasons by showing those people how to fill in the answer sheet. Mulai agak ganggu sih secara mereka duduknya nyebar gitu, jadi pengawasnya mondar-mandir di kelas berukuran mini itu untuk bantuin anak-anak telat satu persatu.
Ok ok don't judge me. Itu gamasalah demi alasan kemanusiaan. Jika saya ada di posisi para peserta yang telat itu, saya juga pasti berharap hal yang sama dari pengawasnya. Calm down and start counting from siji...loro...telu...hembuskan. Ingat pelajaran TEFL jaman kuliah dulu: sebagai guru/pengawas kita gak disarankan untuk mubeng-mubeng tanpa arah ketika ujian karena sebetulnya tingkah semua murid kelihatan jelas dari depan, apalagi kalo ruang kelasnya kecil. Mubeng-mubeng hanya akan menghancurkan konsentrasi. Tenang Li, bapak itu pasti tahu. Bapak itu bukan mas-mas tahu tektek, dia gak akan mondar-mandir lagi begitu dia selesai bantuin peserta-peserta telat itu.
Tapi ternyata itu adalah salah satu doa saya yang belum dikabulkan Tuhan. That bapak-bapak kept wandering around until the beginning of section two.
Oke saya mulai cemas karena terbukti saya kehilangan konsentrasi di soal-soal listening terakhir karena bapaknya jalan-jalan di mall. Padahal malam sebelumnya adalah satu dari sedikit malam di mana saya paksain tidur sampe angkat-angkat dumbbell 3 kilo demi capek dan bisa bobo supaya gak spacey lagi karena ngantuk pas tes. Dengan segala hormat akhirnya saya putuskan untuk curhat sama bapak itu begitu dia lewat di sebelah saya lagi sambil nginceng-nginceng jawaban saya. As if saya punya sontekan atau mau nyontek jawaban mas-mas di depan saya (yang tak lain tak bukan adalah S si Suami)
Saya: "Pak mohon maaf sebelumnya, tapi konsentrasi saya terganggu nih dengan Bapak mondar-mandir dari tadi: apalagi waktu listening tadi."
Bapaknya: "Saya bantu anak-anak yang telat ngisi lembar jawabannya, kan kasian." Edit 24/04/2016: Pas saya ikut tes pertama dan kedua, banyak juga peserta telat, tapi pengawasnya gak iseng mondar-mandir kayak bapak yang satu ini karena hal-hal yang perlu diketahui pesertanya udah dicatet di papan tulis. So, alasan bapak ini ngiderin kelas karena bantu-bantu adalah gak relevan.
Saya: "Mungkin bisa tanpa mondar-mandir ya, Pak: membuyarkan konsentrasi."
Bapaknya: "Lho saya kan pengawas, saya di sini untuk ngawasi, makanya saya harus mondar-mandir. Udah selesai punyamu? Siapa sih namamu? Oooh, Amalia." (di poin ini dia angkat lembar jawaban dan buku soal di meja saya. Mungkin mau lihat apa saya ini bidadari jenius yang kelar ngerjain 140 soal itu dalam waktu 40 menit saja. Nice try, Dude!)
Saya: Amalia. (Dalam hati gatel banget pingin nanya balik "Bapak sendiri siapa?")Edit 24/04/2016: Saya gak tahu banget siapa bapak ini. Definitely bukan dosen. Waktu itu sih bapak ini ada di dalem kelas bersama dengan bapak-bapak lain yang mengambili lembar jawaban peserta, yang kebetulan saya kenali sebagai salah satu bapak-bapak ramah penjaga gedung sastra. Jadi ya mungkin bapak ini penjaga gedung juga sih.
* * *
Bapaknya lalu pergi keluar sampe agak lama gitu. Saya kerjakan lagi soal-soal structure di section 2 dengan sentosa. Di awal section 3 dia masuk lagi lalu muterin kelas sempit yang cuman nampung kurleb 20 orang itu dan liwat lagi di samping saya sambil nginceng-nginceng LJK saya.
Masya Allah emang uda gak tertolong nih kayanya.
Bonus: Daftar tempat tes TOEFL ITP di Malang
AZET LANGUAGE CENTRE
Jl.Galunggung 39
Malang 65115
Telp : 0341-571782/551537
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Jl. Veteran
Malang 65145
Gedung Rektorat Lama lantai 1
Phone: 0341-575 875 (107)
Email: uptl.bahasa@gmail.com
Website : http://uptlbahasaub.blogspot.com/
AMINEF - Malang
Universitas Muhammadiyah Malang
Gedung Perpustakaan
Jl. Raya Tlogomas 246
Malang - Jatim
Telp: 0341-463345
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Saturday, April 9, 2016
Monday, September 28, 2015
You're right Australia
Orang Australia sering banget minta maaf.
Sebagai orang Indonesia saya terkejut. Bukannya saya mau bilang bahwa orang Indonesia itu jarang minta maaf, tapi serius deh, orang Ostrali betul-betul mengucapkan sorry untuk banyak hal. Dari salah yang betul-betul salah (apalah) kayak gak sengaja nubruk orang pake troli belanja di supermarket, sampe salah-salah yang sebetulnya gak bisa dibilang salah juga, rasanya gak afdol kalo gak bilang "Sorry". Bahkan, seandainya ada orang yang mau lewat terus bilang excuse me, kita juga wajib jawab itu pake "oh, sorry". Saya udah denger banyak banget sorry di semua tempat. Dari pelanggan restoran yang minta diambilin kecap asin sampe kasir supermarket berwajah Asia+bule yang gak sengaja melihat pricetag jaket saya yang belum dicopot (ngggggg.....)
Yang unik dari sebuah sorry mungkin bukan sorry nya, tapi responnya. Sebagaimana keunikan down under lainnya, cara orang menjawab sorry di sini beda sekali sama apa yang sudah kita pelajari di sekolah/kampus/buku/televisi.
It's fine
It's ok
It's alright
Don't worry about that
Tapi bukan: bukan itu semua.
Di sini mereka akan menjawab "No, you're right".
Awalnya saya pikir mereka ngomong "You're alright" sebagaimana cara orang Inggris merespon permintaan maaf (coba baca ini). Eh tapi setelah saya dengarkan dengan seksama (gak cuman dengerin sih, saya kan bolot. Saya juga baca artikel ini), ternyata emang bener you're right. Entah yang ngomong gak bener-bener salah atau emang guilty AF, jawaban umum untuk sebuah kata maaf adalah "you're right".
Saya juga denger beberapa variasi sih, sebangsa "don't worry" atau "nah, it's fine", tapi itu jaraaang banget. Malah mungkin cuman dua variasi itu yang saya denger sejauh ini. Mana dua-duanya diucapkan oleh teman saya yang orang Tiongkok dan bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu mereka. Jadi ya gitu deh, lama-lama saya jadi ikut-ikutan juga ngomong you're right kalo dimintain maaf sama orang.
Mungkin agak aneh ya bagi kita untuk mendengar bahwa ucapan minta maaf direspon dengan "Ah gak kok, kamu bener." Di mana-mana kalo ada yang minta maaf ya direstui permintaan maafnya hehehe. Tapi ya siapalah kita untuk menilai? Semua bahasa emang bersifat suka-suka aja. Lagipula, bahasa Inggris bukan bahasa pertama kita juga, ngapain juga kan kita mengkritisi cara penuturnya berbicara. Ibaratnya nih, masa kita mau dibilang aneh sama bule gara-gara kalo ada yang bilang "terima kasih", respon kita cuman diem cengar-cengir? (true story, sering terjadi kalo saya bilang makasih ke embak-embak kasir tempat makan di Malang).
Lah makin panjang dan gak jelas aja ya pos ini. Oh.. I'm sorry for this.
(No, you're right)
Sebagai orang Indonesia saya terkejut. Bukannya saya mau bilang bahwa orang Indonesia itu jarang minta maaf, tapi serius deh, orang Ostrali betul-betul mengucapkan sorry untuk banyak hal. Dari salah yang betul-betul salah (apalah) kayak gak sengaja nubruk orang pake troli belanja di supermarket, sampe salah-salah yang sebetulnya gak bisa dibilang salah juga, rasanya gak afdol kalo gak bilang "Sorry". Bahkan, seandainya ada orang yang mau lewat terus bilang excuse me, kita juga wajib jawab itu pake "oh, sorry". Saya udah denger banyak banget sorry di semua tempat. Dari pelanggan restoran yang minta diambilin kecap asin sampe kasir supermarket berwajah Asia+bule yang gak sengaja melihat pricetag jaket saya yang belum dicopot (ngggggg.....)
Yang unik dari sebuah sorry mungkin bukan sorry nya, tapi responnya. Sebagaimana keunikan down under lainnya, cara orang menjawab sorry di sini beda sekali sama apa yang sudah kita pelajari di sekolah/kampus/buku/televisi.
It's fine
It's ok
It's alright
Don't worry about that
Tapi bukan: bukan itu semua.
Di sini mereka akan menjawab "No, you're right".
Awalnya saya pikir mereka ngomong "You're alright" sebagaimana cara orang Inggris merespon permintaan maaf (coba baca ini). Eh tapi setelah saya dengarkan dengan seksama (gak cuman dengerin sih, saya kan bolot. Saya juga baca artikel ini), ternyata emang bener you're right. Entah yang ngomong gak bener-bener salah atau emang guilty AF, jawaban umum untuk sebuah kata maaf adalah "you're right".
Saya juga denger beberapa variasi sih, sebangsa "don't worry" atau "nah, it's fine", tapi itu jaraaang banget. Malah mungkin cuman dua variasi itu yang saya denger sejauh ini. Mana dua-duanya diucapkan oleh teman saya yang orang Tiongkok dan bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu mereka. Jadi ya gitu deh, lama-lama saya jadi ikut-ikutan juga ngomong you're right kalo dimintain maaf sama orang.
Mungkin agak aneh ya bagi kita untuk mendengar bahwa ucapan minta maaf direspon dengan "Ah gak kok, kamu bener." Di mana-mana kalo ada yang minta maaf ya direstui permintaan maafnya hehehe. Tapi ya siapalah kita untuk menilai? Semua bahasa emang bersifat suka-suka aja. Lagipula, bahasa Inggris bukan bahasa pertama kita juga, ngapain juga kan kita mengkritisi cara penuturnya berbicara. Ibaratnya nih, masa kita mau dibilang aneh sama bule gara-gara kalo ada yang bilang "terima kasih", respon kita cuman diem cengar-cengir? (true story, sering terjadi kalo saya bilang makasih ke embak-embak kasir tempat makan di Malang).
Lah makin panjang dan gak jelas aja ya pos ini. Oh.. I'm sorry for this.
(No, you're right)
Saturday, September 19, 2015
Apakah Arti Eksotis?
Pada geli gak kalo ada temen atau baca-baca di mana gitu tentang orang Indonesia berkulit sawo matang yang pengen berjemur supaya kelihatan EKSOTIS? Punya kulit sawo matang itu anugerah. Suka sama kulit gelap gak dosa. Bahkan berjemur juga sah-sah saja. Terus apa yang bikin geli? Ya bagian ngomong EKSOTISnya itu loh yang salah sasaran.
Coba yuk kita cek lagi definisi eksotis dalam kamus kita. Yang gak punya kamus, ah tenang aja: bisa nyontek dari google kok dengan memasukkan kata kunci "exotic means":
nanti hasilnya akan muncul begini:
Nah, yuk coba kita lihat dan terjemahkan arti eksotis yang sesungguhnya.
1. berasal atau memiliki karakter dari negeri asing yang jauh
berakar dari bahasa Yunani exo yang berarti luar -- berkembang menjadi exoticos yang berarti asing -- lalu menurun ke bahasa Latin exotic
Eksotis = bersifat asing.
Kulit sawo matang = banyak banget jumlahnya di Indonesia
Eksotis ≠ kulit sawo matang
Sebagaimana salah kaprah yang lain, penggunaan kata eksotis juga banyak dilakukan oleh media dalam mendeskripsikan perempuan Indonesia, terutama selebritis, berkulit gelap yang tidak berusaha mencerahkan warna kulitnya dengan suntik maupun cara lainnya. Nih coba liat.
dan kalo salah yang begitu ya jangan ditiru.
Yuk daripada bingung mending kita buat tanya jawab hipotetikal soal penggunaan kata eksotis ini:
1. Betulkah Anggun dan perempuan-perempuan sawo matang Indonesia lain memiliki tampilan dan kulit eksotis?
Coba yuk kita cek lagi definisi eksotis dalam kamus kita. Yang gak punya kamus, ah tenang aja: bisa nyontek dari google kok dengan memasukkan kata kunci "exotic means":
nanti hasilnya akan muncul begini:
Nah, yuk coba kita lihat dan terjemahkan arti eksotis yang sesungguhnya.
1. berasal atau memiliki karakter dari negeri asing yang jauh
- menarik atau mengejutkan karena berwarna-warni atau tidak lumrah
- berasal dari jenis yang tidak digunakan untuk tujuan umum atau tidak biasa ditemui
berakar dari bahasa Yunani exo yang berarti luar -- berkembang menjadi exoticos yang berarti asing -- lalu menurun ke bahasa Latin exotic
Eksotis = bersifat asing.
Kulit sawo matang = banyak banget jumlahnya di Indonesia
Eksotis ≠ kulit sawo matang
Sebagaimana salah kaprah yang lain, penggunaan kata eksotis juga banyak dilakukan oleh media dalam mendeskripsikan perempuan Indonesia, terutama selebritis, berkulit gelap yang tidak berusaha mencerahkan warna kulitnya dengan suntik maupun cara lainnya. Nih coba liat.
![]() |
| But two wrongs don't make it right |
dan kalo salah yang begitu ya jangan ditiru.
Yuk daripada bingung mending kita buat tanya jawab hipotetikal soal penggunaan kata eksotis ini:
1. Betulkah Anggun dan perempuan-perempuan sawo matang Indonesia lain memiliki tampilan dan kulit eksotis?
Betul
dong, tapiiiiiiiiii... cuman dari sudut pandang orang asing yang
penampilan fisik dan warna kulitnya tidak seperti orang Indonesia
kebanyakan. Anggun sih memang eksotis, tapi itu kalo kita pake standar tetangga-tetangganya di
Prancis.
2. Ih kok gitu?
Ya iyalah. Coba lihat lagi definisinya. Eksotis = tampak (orang) asing. Lha wong yang kulitnya sewarna sama Anggun itu di Indonesia jumlahnya ratusan juta orang.
Terus yang sawo matang merasa eksotis dari mana? Berapa persen sih
orang Indonesia yang kulitnya sangat terang/sangat gelap sampai terlihat
seperti orang asing ketika berbaur dengan sesamanya di Indonesia? Saya yakin jumlah mereka sedikit sekali. Mayoritas orang Indonesia
dilahirkan berwarna kuning langsat hingga sawo matang, yang mana
warna-warna tersebut tidak terlalu kontras dan tidak cukup ekstrem untuk
bisa disebut eksotis di Indonesia.
3. Berarti kalo kulitku sawo matang, aku gak eksotis dong Kak?
Enggak,
kamu nggak eksotis kalo menurut standar orang Indonesia. Gimana bisa kamu ngaku-ngaku "memiliki karakter dari negeri asing yang jauh" kalo ratusan juta orang saudaramu di negeri ini punya tampilan warna kulit yang beti-beti sama dirimu
4. Tapi aku pengen banget jadi eksotis Kak!
Supaya kamu dibilang eksotis, kamu sepertinya perlu:
a. masuk ke lingkungan orang asing yang secara fisik sangat berbeda dari kamu (misal kamu Jawa, ya main aja sama bule atau orang Somalia) atau
b. dandan pakai rumbai-rumbai ijuk dan rok ijo stabilo supaya kamu masuk ke dalam definisi eksotis yang satunya --> (attractive or striking because colorful or out of the ordinary)
a. masuk ke lingkungan orang asing yang secara fisik sangat berbeda dari kamu (misal kamu Jawa, ya main aja sama bule atau orang Somalia) atau
b. dandan pakai rumbai-rumbai ijuk dan rok ijo stabilo supaya kamu masuk ke dalam definisi eksotis yang satunya --> (attractive or striking because colorful or out of the ordinary)
5. Kok Kakak nyinyirin orang-orang eksotis sih? Iri ya?
Apakah saya punya alasan untuk iri? Warna dan tampilan saya semacam
kayak orang Indonesia lain. Alhamdulillah ukhti, kalo ana pernah iri terhadap
sesuatu, mungkin hanya suatu kala ketika ana melihat isteri-isteri
soleha yang selalu taat dan patuh pada perintah Tuhan dan suaminya...
#diuncalno
Fiuuhhh akhirnya kelar juga curhat pengganjal hati nan eksotis. Yaudah deh, mau masakin suami dulu.Eh ngiklan lagi, kalo mau tau update kehidupan saya dalam gambar, boleh lah tengok akun instagram saya @amaliasardjono. Sambil difollow ya! Saya jenis orang yang kalo difollow langsung follow balik kok biarpun gak diminta. #fakirfollow. edit: berhubung banyak foto-foto yang saya ambil di jaman jahiliyah dulu belom dihapus, lupakan iklan saya soal follow ig hehehe.
Fiuuhhh akhirnya kelar juga curhat pengganjal hati nan eksotis. Yaudah deh, mau masakin suami dulu.
Saturday, August 29, 2015
Bahasa Australia
Bahasa itu suka-suka pemakainya sih ya. Sama-sama berbahasa Inggris, belum tentu juga semua orang ngerti tanpa mengernyitkan jidat. Lha wong saya yang orang Malang kadang denger temen saya yang orang Gresik atau Surabaya ngobrol aja bisa gak paham, apalagi ini orang-orang yang walaupun sama-sama berbahasa Inggris, tapi terpisah benua nun jauh di sana.
Saya nggak tau ya orang lain gimana, tapi saya menganggap diri saya keracunan logam berat Hollywood yang (insya Allah) ditandai dengan kemampuan menonton film Amerika tanpa subtitle dari awal sampe akhir. Tapi, hari pertama saya masuk bandara Perth, selain gegar karena di sini pemeriksaan bagasi dilakukan oleh ANJING HIDUP, saya juga gegar karena...nggg saya gak paham blas bule-bule di bagian imigrasinya ngomong apa.
Kalian tau kan dulu di sekolah gimana kita diajarin ngomong Hello? Orang sini tuh ngomong hello rada-rada berbunyi helloy tau gak. No juga jadi berbunyi noy. Itu baru dua kata ya. Bayangin kalo mereka ngomong satu kalimat, satu paragraf, apalagi ceramah...
Prasaan dulu kuliah juga gak bodo-bodo amat padahal T___T
Butuh beberapa waktu bagi kuping bolot ini untuk paham apa yang bule-bule itu ucapkan. Sementara belom paham, siapkanlah senyum lebar meyakinkan sambil ngangguk-ngangguk bilang "yeh...yeh..." hehehe.
Sampe sekarang pun kemampuan listening saya masih tingkat anak PAUD deh kayaknya. Jadi ya saya gak jamin informasi yang saya sediakan di daftar ini akurat. Semua cuman berdasar pengalaman saya yang gak banyak dengan latar belakang saya yang berlidah dan berkuping Arema tulen yang selama hidup di dunia banyak mendengar orang misuh hehehe.
1. Arvo: singkatan dari "afternoon". Artinya: siang. Contoh: Hi Esky, are you working this arvo?
2. Bikkie: singkatan dari "biscuit". Artinya: ban dalem truk. Ya enggak lah, artinya biskuit juga.
3. Brekky: singkatan dari "breakfast". Artinya: sarapan. Ada plangnya di depan Hungry Jacks
4. BYO: singkatan dari Bring Your Own. Ini maksudnya adalah restoran atau kafe yang gak punya izin untuk memperdagangkan minuman beralkohol, jadi mereka mengizinkan para tamunya untuk membawa sendiri bir atau anggurnya masing-masing dengan biaya tertentu. Lawannya adalah licensed restaurants/cafes. Untuk bisa kerja di tempat-tempat yang berlisensi alkohol, kalian harus punya sertifikat RSA (Responsible Service of Alcohol)
5. Capsicum: artinya paprika. Orang Amerika bilangnya pepper. Contoh: "What is inside this Mongolian Lamb dish?" "It's lamb and capsicum"
6. Chips: artinya kentang goreng. Orang Amerika bilangnya fries. Pernah suatu hari saya ngobrol sama temen saya Fima yang waktu itu ada di New York soal makanan-makanan halal. Kira-kira percakapannya gini.
Saya: "Di sana ada fish and chips gitu gak sih, Fim?"
Fima: "Banyak kok ikan sama keripik di sini, Li." :))) #eeeaaa #salah referensi dua-duanyaaaa
7. Doona: artinya quilt; semacam selimut yang juga berfungsi sebagai sprei kasur. Sebetulnya doona ini merk. Jadi kayak orang kita bilang pasta gigi itu odol gitu. Orang Amerika bilang comforter (coba nonton itu 22 Jump Street), orang Inggris bilangnya duvet, atau quilt juga sih.
8. Dummy: artinya dot bayi. Bahasa kamusnya sih kayaknya pacifier deh ya.
9. EFTPOS: nggg ini singkatan dari Electronic Funds Transfer at Points of Sale, artinya pembayaran debit pake ATM itu.. Baca-baca dari internet sih sebetulnya penemunya orang Amerika, tapi dijadiin merek dagang di Australia.
10. Esky: selain nama kecil suami saya, di sini esky berarti kotak pendingin kayak semacam yang dibawa ibu-ibu penjual Yakult keliling itu loh. Yang kepo kenapa saya gak pernah manggil dia pake nama itu adalah karena suami saya ini mukanya keras dan tatoan. Manggil dia Esky rasanya kayak manggil Agung Hercules...Bubu, misalnya.
11. Flat white: artinya kopi yang separuh espreso, separuh foam susu.
12. "Hay?" "Hey?": adalah cara orang sini untuk ngomong "ha?" atau "he?" ketika gak denger jelas apa yang diucapkan lawan bicaranya.
13. Heaps: artinya banyak. Contoh kalimat: "We got heaps of expired Fanta from the supplier"
14. Hungry Jacks: di Australia, karena alasan-alasan tertentu Burger King berubah nama. Jualannya sih tetep Whopper (disini dilafalkan wopah) dan teman-temannya. Yang pengen kepo lebih lanjut, baca informasi wikipedianya aja ya.
14b. Kindy: artinya TK alias kindergarten. Contoh kalimat: Kids start going to kindy at 4.
15. Kiwi: artinya orang New Zealand. Kami tinggal sama satu orang Kiwi saat ini ngomong-ngomong. Ibunya orang Inggris dan bapaknya Maori. Kulitnya gelap tapi matanya biru.
16. Lemon Lime and Bitters: Semacam minuman yang aslinya beralkohol yang dibuat dari lemonade, cordial dan Angostura bitters plus irisan lemon. Versi non alkoholnya dibuat dari lemonade (merk Schweppes/Kirks/Sprite) dan cordial sama irisan lemon aja. Rasanya? Pait. Ini informasi wikipedianya.
16b. Loo: artinya toilet. Tau ini gara-gara beberapa hari lalu ada ibu-ibu tau-tau markir mobil depan rumah terus minta numpang ke loo -___-
17. Man's Shed: artinya semacam bangunan di belakang rumah yang terpisah dari rumah induk dan umumnya disewakan untuk tempat tinggal. Tapi gak melulu gitu sih, soalnya di kawasan anak backpacker di Foreshore Drive, ada juga man's shed yang berupa bangunan gedung gitu.
18. Nappy: artinya popok, mungkin disingkat dari napkin. Bahasa kamusnya sih diaper kali.
19. No worries: adalah jawaban dari ucapan "Thank you". Versi Cinta Lauranya adalah "No problem"
20. Power point: artinya colokan listrik.
21. Pram: artinya kereta dorong bayi. Bahasa kamusnya mungkin stroller ya.
22. Reckon: adalah kata kerja yang artinya semacam guess, think.
Contoh: "I reckon she's very pretty" ("Menurut aku sih dia cakep banget")
"Oh you reckon?" ("oh gitu/masa sih?" dalam arti positif dan gak ngejek)
23. Rego: singkatan dari (car) registration; semacam biaya STNK gitu kalo di Indonesia.
24. RSA: (sertifikasi) Responsible Service of Alcohol adalah sebuah sertifikasi yang memastikan kalian tahu batasan-batasan dalam penjualan minuman beralkohol. Sertifikatnya bisa diperoleh online dan pasti akan berguna kalo kalian pengen kerja di sektor hospitality di Australia. Tapi ya gak semua restoran minta sih. Restoran BYO gak akan minta pegawainya punya ini.
24b: Sick: ini adjektiva yang artinya keren. Saya tahu kata ini dari temen-temen kerja saya, tapi terus lupa karena gak pernah denger ada orang yang bener-bener memakai kata ini dalam percakapan. Tapi terus pas saya lagi kepo instagram makeup artist Indonesia, eh ada yang komentar begini dong. Ternyata yang komen orang Ostrali.
25. Streets (merek): adalah merek es krim yang kita sebut Walls di Indonesia
25. Stubbies: artinya bir dalam botol. Merk-merk bir terkenal di Australia antara lain Carlton Dry dan Corona. Di mana-mana ada aja orang minum itu. Koreksi dikit dari Kak Evie Norman, Corona itu buatan Meksiko yaa
26. Sunnies: singkatan sunglasses alias kaca mata hitam. Eh ngomong-ngomong, sekarang saya jadi rajin pake sunnies ini. Coba aja siang-siang di sini nyetir mobil gak pake sunnies, pasti berasa adegan sinetron "AKOH BOTAAAHH"
27. Superfund/superannuation: dana pensiun yang dibayarkan oleh bos kalian di luar gaji yang kalian terima secara rutin yang bisa dicairkan nanti ketika umur kalian 65 atau kalian keluar selamanya dari Australia. Jumlahnya cukup fantastis kalo dihitung sama orang-orang sini: miliaran rupiah.
28. Ta!: artinya thank you. Sangat populer di kalangan balita dan para lansia yang makan di restoran. Kalo orang sini yang ngomong kadang di kuping bolot saya terdengar seperti cha. Biasanya dikombo sama ucapan "Cheers". jadinya "Cheers! Ta!" Artinya? Ya makasih aja gitu. Konon "ta" berasal dari bahasa mami-mami yang ngajarin bayi-bayinya untuk bilang thank you.
29. TAFE: Training and Further Education. Semacam kampus yang menyediakan pendidikan singkat setara diploma untuk banyak disiplin ilmu, dari masak sampe mijet. Kampus yang di Geraldton insya Allah kalo gak salah ketik namanya Durack University.
30. TFN: Tax File Number alias NPWP. Wajib diurus untuk bisa kerja legal, nanti pajaknya dikirim sama bos kalian ke pemerintah. Sebagai penduduk negara kaya, orang-orang sini selalu dapet pajaknya balik di tiap akhir bulan Juni. Uangnya bisa diurus sampe tanggal 31 Oktober tahun tersebut.
31. Uni: singkatan university. Contoh kalimat: "She resigned because she's going to uni." Btw, anak-anak sini agak telat ya masuk kampusnya. Di Indonesia, anak umur 17 biasanya udah kuliah. Di sini, kayaknya umur 19 baru pada ngampus. Tapi ya gak tau lagi sih. Yang tau tolong dikoreksi hehe
Yaa itu aja sih kayanya yang bikin anak kampung kayak saya agak-agak gak ngeh awalnya. Kalo ada yang unik lain, boleh deh ditambahin sendiri hehehe. Udah dulu ah, mau googling resep lodeh lagi. Bubayyy....
Saya nggak tau ya orang lain gimana, tapi saya menganggap diri saya keracunan logam berat Hollywood yang (insya Allah) ditandai dengan kemampuan menonton film Amerika tanpa subtitle dari awal sampe akhir. Tapi, hari pertama saya masuk bandara Perth, selain gegar karena di sini pemeriksaan bagasi dilakukan oleh ANJING HIDUP, saya juga gegar karena...nggg saya gak paham blas bule-bule di bagian imigrasinya ngomong apa.
Kalian tau kan dulu di sekolah gimana kita diajarin ngomong Hello? Orang sini tuh ngomong hello rada-rada berbunyi helloy tau gak. No juga jadi berbunyi noy. Itu baru dua kata ya. Bayangin kalo mereka ngomong satu kalimat, satu paragraf, apalagi ceramah...
Prasaan dulu kuliah juga gak bodo-bodo amat padahal T___T
Butuh beberapa waktu bagi kuping bolot ini untuk paham apa yang bule-bule itu ucapkan. Sementara belom paham, siapkanlah senyum lebar meyakinkan sambil ngangguk-ngangguk bilang "yeh...yeh..." hehehe.
Sampe sekarang pun kemampuan listening saya masih tingkat anak PAUD deh kayaknya. Jadi ya saya gak jamin informasi yang saya sediakan di daftar ini akurat. Semua cuman berdasar pengalaman saya yang gak banyak dengan latar belakang saya yang berlidah dan berkuping Arema tulen yang selama hidup di dunia banyak mendengar orang misuh hehehe.
1. Arvo: singkatan dari "afternoon". Artinya: siang. Contoh: Hi Esky, are you working this arvo?
2. Bikkie: singkatan dari "biscuit". Artinya: ban dalem truk. Ya enggak lah, artinya biskuit juga.
3. Brekky: singkatan dari "breakfast". Artinya: sarapan. Ada plangnya di depan Hungry Jacks
4. BYO: singkatan dari Bring Your Own. Ini maksudnya adalah restoran atau kafe yang gak punya izin untuk memperdagangkan minuman beralkohol, jadi mereka mengizinkan para tamunya untuk membawa sendiri bir atau anggurnya masing-masing dengan biaya tertentu. Lawannya adalah licensed restaurants/cafes. Untuk bisa kerja di tempat-tempat yang berlisensi alkohol, kalian harus punya sertifikat RSA (Responsible Service of Alcohol)
5. Capsicum: artinya paprika. Orang Amerika bilangnya pepper. Contoh: "What is inside this Mongolian Lamb dish?" "It's lamb and capsicum"
6. Chips: artinya kentang goreng. Orang Amerika bilangnya fries. Pernah suatu hari saya ngobrol sama temen saya Fima yang waktu itu ada di New York soal makanan-makanan halal. Kira-kira percakapannya gini.
Saya: "Di sana ada fish and chips gitu gak sih, Fim?"
Fima: "Banyak kok ikan sama keripik di sini, Li." :))) #eeeaaa #salah referensi dua-duanyaaaa
![]() | ||||
| photo courtesy of Kate James at http://www.weekendnotes.com/profile/401284/ |
maksudnya sih yang itu, tapi di Amerika kayaknya benda itu gak populer/beda nama :))
7. Doona: artinya quilt; semacam selimut yang juga berfungsi sebagai sprei kasur. Sebetulnya doona ini merk. Jadi kayak orang kita bilang pasta gigi itu odol gitu. Orang Amerika bilang comforter (coba nonton itu 22 Jump Street), orang Inggris bilangnya duvet, atau quilt juga sih.
8. Dummy: artinya dot bayi. Bahasa kamusnya sih kayaknya pacifier deh ya.
9. EFTPOS: nggg ini singkatan dari Electronic Funds Transfer at Points of Sale, artinya pembayaran debit pake ATM itu.. Baca-baca dari internet sih sebetulnya penemunya orang Amerika, tapi dijadiin merek dagang di Australia.
10. Esky: selain nama kecil suami saya, di sini esky berarti kotak pendingin kayak semacam yang dibawa ibu-ibu penjual Yakult keliling itu loh. Yang kepo kenapa saya gak pernah manggil dia pake nama itu adalah karena suami saya ini mukanya keras dan tatoan. Manggil dia Esky rasanya kayak manggil Agung Hercules...Bubu, misalnya.
![]() | ||||
| Masa orang yang bodinya benjol-benjol begini namanya Bubu? Ini fotonya dari wikipedianya ya |
11. Flat white: artinya kopi yang separuh espreso, separuh foam susu.
12. "Hay?" "Hey?": adalah cara orang sini untuk ngomong "ha?" atau "he?" ketika gak denger jelas apa yang diucapkan lawan bicaranya.
13. Heaps: artinya banyak. Contoh kalimat: "We got heaps of expired Fanta from the supplier"
14. Hungry Jacks: di Australia, karena alasan-alasan tertentu Burger King berubah nama. Jualannya sih tetep Whopper (disini dilafalkan wopah) dan teman-temannya. Yang pengen kepo lebih lanjut, baca informasi wikipedianya aja ya.
14b. Kindy: artinya TK alias kindergarten. Contoh kalimat: Kids start going to kindy at 4.
15. Kiwi: artinya orang New Zealand. Kami tinggal sama satu orang Kiwi saat ini ngomong-ngomong. Ibunya orang Inggris dan bapaknya Maori. Kulitnya gelap tapi matanya biru.
16. Lemon Lime and Bitters: Semacam minuman yang aslinya beralkohol yang dibuat dari lemonade, cordial dan Angostura bitters plus irisan lemon. Versi non alkoholnya dibuat dari lemonade (merk Schweppes/Kirks/Sprite) dan cordial sama irisan lemon aja. Rasanya? Pait. Ini informasi wikipedianya.
16b. Loo: artinya toilet. Tau ini gara-gara beberapa hari lalu ada ibu-ibu tau-tau markir mobil depan rumah terus minta numpang ke loo -___-
17. Man's Shed: artinya semacam bangunan di belakang rumah yang terpisah dari rumah induk dan umumnya disewakan untuk tempat tinggal. Tapi gak melulu gitu sih, soalnya di kawasan anak backpacker di Foreshore Drive, ada juga man's shed yang berupa bangunan gedung gitu.
18. Nappy: artinya popok, mungkin disingkat dari napkin. Bahasa kamusnya sih diaper kali.
19. No worries: adalah jawaban dari ucapan "Thank you". Versi Cinta Lauranya adalah "No problem"
20. Power point: artinya colokan listrik.
21. Pram: artinya kereta dorong bayi. Bahasa kamusnya mungkin stroller ya.
22. Reckon: adalah kata kerja yang artinya semacam guess, think.
Contoh: "I reckon she's very pretty" ("Menurut aku sih dia cakep banget")
"Oh you reckon?" ("oh gitu/masa sih?" dalam arti positif dan gak ngejek)
23. Rego: singkatan dari (car) registration; semacam biaya STNK gitu kalo di Indonesia.
24. RSA: (sertifikasi) Responsible Service of Alcohol adalah sebuah sertifikasi yang memastikan kalian tahu batasan-batasan dalam penjualan minuman beralkohol. Sertifikatnya bisa diperoleh online dan pasti akan berguna kalo kalian pengen kerja di sektor hospitality di Australia. Tapi ya gak semua restoran minta sih. Restoran BYO gak akan minta pegawainya punya ini.
24b: Sick: ini adjektiva yang artinya keren. Saya tahu kata ini dari temen-temen kerja saya, tapi terus lupa karena gak pernah denger ada orang yang bener-bener memakai kata ini dalam percakapan. Tapi terus pas saya lagi kepo instagram makeup artist Indonesia, eh ada yang komentar begini dong. Ternyata yang komen orang Ostrali.
25. Streets (merek): adalah merek es krim yang kita sebut Walls di Indonesia
![]() |
| diambil dari situs unilever Australia |
26. Sunnies: singkatan sunglasses alias kaca mata hitam. Eh ngomong-ngomong, sekarang saya jadi rajin pake sunnies ini. Coba aja siang-siang di sini nyetir mobil gak pake sunnies, pasti berasa adegan sinetron "AKOH BOTAAAHH"
27. Superfund/superannuation: dana pensiun yang dibayarkan oleh bos kalian di luar gaji yang kalian terima secara rutin yang bisa dicairkan nanti ketika umur kalian 65 atau kalian keluar selamanya dari Australia. Jumlahnya cukup fantastis kalo dihitung sama orang-orang sini: miliaran rupiah.
28. Ta!: artinya thank you. Sangat populer di kalangan balita dan para lansia yang makan di restoran. Kalo orang sini yang ngomong kadang di kuping bolot saya terdengar seperti cha. Biasanya dikombo sama ucapan "Cheers". jadinya "Cheers! Ta!" Artinya? Ya makasih aja gitu. Konon "ta" berasal dari bahasa mami-mami yang ngajarin bayi-bayinya untuk bilang thank you.
29. TAFE: Training and Further Education. Semacam kampus yang menyediakan pendidikan singkat setara diploma untuk banyak disiplin ilmu, dari masak sampe mijet. Kampus yang di Geraldton insya Allah kalo gak salah ketik namanya Durack University.
30. TFN: Tax File Number alias NPWP. Wajib diurus untuk bisa kerja legal, nanti pajaknya dikirim sama bos kalian ke pemerintah. Sebagai penduduk negara kaya, orang-orang sini selalu dapet pajaknya balik di tiap akhir bulan Juni. Uangnya bisa diurus sampe tanggal 31 Oktober tahun tersebut.
31. Uni: singkatan university. Contoh kalimat: "She resigned because she's going to uni." Btw, anak-anak sini agak telat ya masuk kampusnya. Di Indonesia, anak umur 17 biasanya udah kuliah. Di sini, kayaknya umur 19 baru pada ngampus. Tapi ya gak tau lagi sih. Yang tau tolong dikoreksi hehe
Yaa itu aja sih kayanya yang bikin anak kampung kayak saya agak-agak gak ngeh awalnya. Kalo ada yang unik lain, boleh deh ditambahin sendiri hehehe. Udah dulu ah, mau googling resep lodeh lagi. Bubayyy....
Subscribe to:
Posts (Atom)





